WHO Berseru Minta Vaksin Covid Dosis Ketiga Dihentikan Hingga 2022, Ini Sebabnya

WHO Berseru Minta Vaksin Covid Dosis Ketiga Dihentikan Hingga 2022, Ini Sebabnya

13 September 2021 Off By Redaksi

NESIATIMES.COM – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meminta negara-negara kaya untuk menunda penyuntikan dosis ketiga vaksin Covid-19 atau booster shot hingga 2022.

Berdasarkan informasi dari kantor berita Al Jazeera, WHO meminta hal tersebut agar negara-negara yang membutuhkan dapat menerima suplai vaksin Covid-19.

“Saya tidak mau tinggal diam dan membiarkan perusahaan farmasi dan negara-negara yang mengontrol rantai pasokan vaksin COVID-19 membuat negara-negara miskin hanya menerima sisa-sisa suplai. Mereka itu bukan prioritas kedua ataupun ketiga,” ujar Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, Rabu (8/9/2021).

Ini bukan pertama kalinya WHO menyerukan penundaan penyuntikan booster shot, sebelumnya mereka sudah pernah meminta penundaan moratorium hingga bulan September.

Sayangnya, negara-negara kaya seperti Israel, Inggris, Denmark, Prancis, Jerman, Spanyol, dan Amerika tetap memilih untuk melanjutkan program vaksinasi dosis ketiga.’

“Agustus lalu, saya meminta moratorium global untuk booster shot, paling tidak hingga bulan September. Itu untuk memprioritaskan orang-orang yang belum menerima satu dosis pun di negara-negara miskin. Sayangnya, tak banyak perubahan,” ujar Ghebreyesus.

Mereka menyuntikkan dosis ketiga untuk kelompok rentan seperti lansia atau masyarakat yang memiliki penyakit parah.

Namun kali ini Ghebreyesus lebih optimistis negara-negara kaya akan mendengarkan arahannya.

Pasalnya dia mengklaim mendapat sinyal dukungan yang jelas dari negara anggota G20 pada pertemuan bulan ini.

Lebih lanjut Ghebreyesus menyebut negara-negara itu ingin membantu semua negara di dunia mencapai target vaksinasi 40 persen populasi per akhir tahun.

Sekadar informasi, Al Jazeera melaporkan ada 5,5 miliar dosis vaksin Covid-19 yang beredar di seluruh dunia dan 80 persen dari angka tersebut sudah disuntikan.

Berbagai negara kaya juga menjanjikan donasi 1 miliar dosis vaksin Covid-19 ke negara-negara miskin.

Sayangnya, WHO mengklaim kurang dari 15 persen dari janji itu yang terpenuhi.

(Ana/Ana)