WHO Keluarkan Peringatan Bahaya Virus Baru Bernama Marburg, Ini Gejalanya, Semua Orang Wajib Tahu!

WHO Keluarkan Peringatan Bahaya Virus Baru Bernama Marburg, Ini Gejalanya, Semua Orang Wajib Tahu!

13 Agustus 2021 Off By Redaksi

NESIATIMES.COM – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendadak memberikan kabar mengejutkan bagi jutaan warga dunia.

WHO melaporkan adanya kasus kematian pertama akibat dari virus Marburg (MVD) di Guinea, Afrika Barat (2/8/2021).

Disebutkan bahwa virus ini memiliki tingkat fatalitas kasus hingga 88%.

Virus Marburg menyebabkan demam berdarah yang parah pada manusia.

Kini, WHO lagi berusaha untuk mencegah wabah serupa terjadi, dengan terus melakukan pengawasan untuk penyakit virus Marburg.

Negara-negara beresiko terhadap virus ini, WHO mendorong untuk menyusun strategi pencegahan.  

“WHO akan mencegah wabah Marburg dengan mempertahankan pengawasan dan mendukung negara-negara berisiko untuk mengembangkan rencana kesiapsiagaan,” sebut WHO di laman resminya.

Gejala Virus Marburg

Dilansir dari WHO melalui situs resminya, adapun masa inkubasi sejak ada infeksi hingga timbulnya gejala virus ini bervariasi, atara 2 sampai 21 hari.

Gejalanya pun bisa muncul secara tiba-tiba.

Awalnya dari demam tinggi, sakit kepala parah, dan maise (rasa lelah dan tidak enak badan) parah.

Selanjutnya, adanya nyeri otot dan nyeri lain badan lainnya.

Kemudian, hari ketiga penderita bakal mengalami diare berair yang parah, sakit perut dan kram, hingga mual dan muntah-muntah.

 “Pada fase ini, pasien digambarkan “seperti hantu”. Wajah akan terlihat tanpa ekspresi, mata cekung dan mengalami kelesuan ekstrem,” kata WHO pada laman resminya pada 7 Agustus 2021. 

Saat wabah 1967, antara hari ke 2 dan ke 7 usai terinfeksi, mayoritas pasien mengalami ruam, namun tidak gatal.

Seterusnya, gejalanya antara hari kelima dan ketujuh adalah mengalami manisfestasi pendarahan yang cukup parah.

Darah bisa saja keluar lewat muntahan, feses, hidung, gusi, hingga vagina (pada wanita).

Selanjutnya, pada gejala akhir di hari ke lima belas, virus ini dapat menimbulkan masalah pada system saraf pusat.

Pasien dapat merasa kebingungan, cepat marah, dan agresif.

Kadang-kadang, orkitis atau peradangan pada testis penderita pria juga dilaporkan terjadi dalam fase ini.

Pada kasus yang fatal, terjadinya kematian paling sering antara hari kedelapan dan sembilan usai timbulnya gejala.

Rata-rata didahului oleh kehilangan darah yang parah hingga syok.

Pada Mei 2020, Badan Kesehatan Eropa (EMA) memberikan izin pemasaran kepada vaksin Zabdeno (Ad26.ZEBOV) dan Mvabea (MVA-BN-Filo) terhadap EVD. 

Vaksin Zabdeno disebut berpotensi melindungi manusia terhadap MVD, namun itu belum terbukti secara klinis.

(Stev/Stev).